Anak Teknik Elektro

Di sini aku bakal share untuk temen-temen yang masih SMA 😀 tentang laporan reaksi kimia katoda dan anoda tapi jangan langsung di copy loh pelajari dulu takut-takutnya kalian di tanya gimana-gimana hayooo :D, So di sini aku cuma kasih gambaran dan kalian juga bisa tambah-tambahin materi materinya biar lebih bagus ookee !! Hukum kedua tentang elektrolisis menyatakan bahwa : Sejumlah tertentu arus listrik menghasilkan jumlah ekivalen yang sama dari benda apa saja dalam suatu elektrolisis”. Proses elektrolisis meliputi pendorongan arus listrik melalui sel untuk menghasilkan perubahan kimia dimana potensi potensial sel adalah negatif. Efek ingatan disebabkan oleh perubahan yang terjadi pada struktur kristal elektrode ketika baterai nikel kadmium diisi muatan listrik kembali sebelum seluruh energi listrik yang terdapat pada baterai nikel kadmiun dikeluarkan/digunakan. Pada anode terjadi perubahan yaitu timbal dioksida (PbO2) menjadi timbal sulfat (PbSO4).

Bila tegangan yang melalui dioda pada arah yang berlawanan yang melebihi tingkat tertentu, dioda juga akan menjadi suatu penghantar. Ternyata pada kutub negatif (katoda) lakmus merah berubah menjadi biru, yang menandakan bahwa larutan NaCl pada katoda bersifat basa. Apabila anode dihubungkan ke kutub yang positif sedangkan katode dihubungkan ke kutub yang negatif maka arus listrik akan mengalir dari anode menuju ke katode. Jadi sama seperti sel volta, reaksi di katode adalah reduksi, sedangkan reaksi di anode adalah oksidasi.anodeanode

Bahan positif ( P ) adalah bahan campuran yang terdiri dari germanium atau silikon dengan aluminium dan merupakan bahan yang kekurangan elektron dan bersifat positif. Jadi, elektrolisis larutan CuSO4 dengan Cu menghasilkan endapan Cu di katode dan melarutkan Cu di anode. Prosedur detailnya adalah: bijih aluminum, bauksit mengandung berbagai oksida logam sebagai pengotor. Pada nilai massa jenis tertentu, aki tidak dapat menghasilkan muatan listrik (accumulator mati/ soak).

Ada elektrolisis larutan KI Pada anoda terjadi oksidasi ion I- yang terbukti setelah ditetesi amilum berubah warna dari yang awalnya kuning kecoklatan menjadi biru (biru dongker). Pada sel elektrolisis, reaksi kimia akan terjadi jika arus listrik dialirkan melalui larutan elektrolit, yaitu dari energi listrik (arus listrik) diubah menjadi energi kimia (reaksi redoks). Hasil elektrolisis dapat disimpulkan ; reaksi pada katoda (katoda tidak berperan) ada K+, Ca2+, Na+, H+. Dari asam dan logam lain (Cu2+), reaksi pada anoda, untuk anoda inert ada OH-, Cl-, Br-, dan I- dan sisa asam lainnya serta anoda tidak inert (bukan Pt dan C).

B. Elektrolisis larutan kalium iodida(KI) pada katoda mengasilkan zat I2 sedangkan pada anodamenghasilkan gas H2 dan ion OH-. Elektrolisis ini adalah kebalikan dari proses yang terjadi pada baterei atau aki, dimana pada sumber listrik itu terjadi proses perubahan dari energi kimia menjadi energi Listrik. Pada katoda menghasilkan gelembung, sedangkan pada anoda terjadi perubahan warna dari kuning kecoklatan menjadi merah muda keungu-unguan dan menghasilkan I2. Faktor-faktor yang mempengaruhi sel elektrolisis adalah konsentrasi larutan, jenis larutan dan sifat elektroda.anode